Jenis-Jenis
Sensor
Apa kabar kawan-kawan ku semua? Semoga kalian sehat dan baik-baik saja
disana. Ngomong-ngomong, saya akan berbagi sedikit ilmu nih. Mengenai
macam-macam sensor, beserta cara kerja dan impementasinya. Semoga Artikel ini
bermanfaat bagi kawan-kawan ku semua.,
Selamat Membaca.....!!!
SENSOR
Sensor merupakan alat yang dapat digunakan untuk mendeteksi sesuatu (seperti: suhu, kecepatan, jarak dll) dan sering berfungsi untuk mengukur magnitude (besaran) sesuatu. Sensor adalah jenis transduser (mengubah daya menjadi daya yang lain) seperti mengubah variasi mekanis, magnetis, panas, sinar dan kimia menjadi tegangan dan arus listrik. Sensor biasanya dikategorikan melalui pengukur dan memegang peranan penting dalam pengendalian proses pabrikasi modern. Sensor memberikan ekivalen mata, pendengaran, hidung lidah dan menjadi otak mikroprosesor dari sistem otomatisasi industri. Jadi sensor sangatlah penting dalam pembuatan alat-alat otomasi misalnya seperti dalam bidang industri, dan lain-lain.
Berikut ini merupakan macam-macam Sensor beserta Fungsi dan
Implementasinya :
1. Sensor
cahaya
Sensor Cahaya
Sensor cahaya, seperti
namanya sensor ini digunakan terhadap objek-objek yang memiliki bentuk warna
atau cahaya, yang diubah menjadi daya yang berbeda-beda.
Sensor cahaya terdiri dari 3 macam kategori:
·
Fotovoltaic, prosedur kerja dari sensor ini yaitu,
mengubah energi sinar langsung menjadi energi listrik, dengan adanya penyinaran
cahaya akan menyebabkan pergerakan elektron dan menghasilkan tegangan.
·
Fotokonduktif (fotoresistif
), sensor ini memberikan perubahan tahanan (resistansi) pada sel-selnya. prinsip kerjanya, semakin tinggi
intensitas cahaya yang terima sensor, maka akan semakin kecil pula nilai
tahanannya.
·
Fotolistrik, sensor yang berprinsip kerja berdasarkan
pantulan karena perubahan posisi/jarak suatu sumber sinar (inframerah atau
laser) ataupun target pemantulnya, yang terdiri dari pasangan sumber cahaya dan
penerima.
Berikut ini merupakan beberepa contoh dari sensor
cahaya:
a.
LDR (Light Dependent Resistor)
Sensor ini
berfungsi untuk mengubah itensitas cahaya menjadi hambatan listrik. Prinsip
kerja dari LDR (Light Dependent Resistor) yaitu, semakin tinggi intensitas cahaya
yang mengenai permukaan LDR (Light
Dependent Resistor) maka hambatan listrik yang dihasilkan semakin besar,
dan sebaliknya. Sensor ini dapat diimplementasikan dalam pembuatan lampu otomatis.
Lampu yang secara otomatis hidup dimalam hari, dan mati disiang hari. Lampu
hidup dikarenakan intensitas cahaya yang terbaca oleh sensor sangatlah minim,
dan sebaliknya.

Gambar LDR
b.
Fotodiode
Fotodiode
ini berfungsi untuk mengubah intensitas cahaya menjadi konduktivitas dioda.
Fotodiode sejenis dengan dioda pada umummya, perbedaannya pada fotodiode ini
adalah dipasangnya sebuah lensa pemfokus sinar untuk memfokuskan sinar jatuh
pada pertemuan ”pn”.

Gambar Fotodiode
Prinsip
kerja : Energi pancaran cahaya yang jatuh pada pertemuan “pn” menyebabkan
sebuah elektron berpindah ke tingkat energi yang lebih tinggi. Elektron
berpindah ke luar dari valensi band meninggalkan hole sehingga membangkitkan
pasangan elektron bebas dan hole. Contoh produk yang menggunakan sensor
Fotodiode, mungkin kawan_kawan sudah tahu tentang robot yang satu ini, Line
Follower atau lebih jelasnya Line Tracer. Sensor Fotodiode digunakan untuk
menerima input perbedaan warna dari objek garis yang dipantulkan oleh pancaran
lampu LED, sehingga Line Tracer dapat melaju dengan tepat melewati garis.
c.
Fototransistor
Berfungsi
untuk mengubah intensitas cahaya menjadi konduktivitas transistor.
Fototransistor sejenis dengan transistor pada umummya. Perbedaannya terletak
pada, fototransistor dipasang sebuah lensa pemfokus sinar pada kaki basis untuk
memfokuskan sinar jatuh pada pertemuan ”pn”.

Gambar Fototransistor
2. Sensor Tekanan
Sensor
Tekanan
Sensor
tekanan sensor ini memiliki transduser yang mengukur ketegangan kawat, dimana
mengubah tegangan mekanis menjadi sinyal listrik. Dasar penginderaannya pada
perubahan tahanan pengantar (transduser) yang berubah akibat perubahan panjang
dan luas penampangnya. Contoh produk yang menggunakan sensor Tekanan, seperti:
Alat untuk mendeteksi tekanan darah orang dewasa secara otomatis. Alat tersebut
dilakukan
dengan manset yang dipasang di lengan pasien, kemudian dipompa sampai pada
tekanan tertentu yang selanjutnya baru dilakukan pengukuran tekanan darah.

Gambar Sensor Tekanan
3. Sensor Proximity

Gambar Sensor Proximity
Sensor
Proximity
Proximity
sensor atau yang disebut “ sensor jarak” adalah sebuah sensor yang mampu
mendeteksi keberadaan benda yang berada didekatnya tanpa melakukan kontak fisik
secara langsung. Biasanya sensor ini tediri dari alat elektronis
solid-state yang terbungkus rapat untuk melindungi dari pengaruh getaran,
cairan, kimiawi, dan korosif yang berlebihan. Sensor proximity dapat
diaplikasikan pada kondisi penginderaan pada objek yang dianggap terlalu kecil
atau lunak untuk menggerakkan suatu mekanis saklar. Contoh pemanfaatan dari
sensor Proximity yaitu pada Smartphone yang pada proses pengaplikasiannya
menggunakan teknik Air Gesture. Dimana penggunanya dapat
melakukan manajemen akses ke smartphone tanpa melakukan kontak fisik ke layar
smartphone.
4. Sensor Ultrasonik

Gambar Sensor
Ultrasonik
Sensor Ultrasonik
Sensor ultrasonik bekerja berdasarkan prinsip pantulan
gelombang suara, dimana sensor ini menghasilkan gelombang suara yang kemudian
menangkapnya kembali dengan perbedaan waktu sebagai dasar penginderaannya.
Perbedaan waktu antara gelombang suara dipancarkan dengan ditangkapnya kembali
gelombang suara tersebut adalah berbanding lurus dengan jarak atau tinggi objek
yang memantulkannya. Jenis objek yang dapat diindera diantaranya adalah: objek
padat, cair, butiran maupun tekstil. Banyak produk-produk yang pada pemrosesannya
menggunakan sensor Ultrasonik. Misalnya: pada Robot KRCI (kontes robot cerdas indonesia) tergolong semua kontestan
menggunakan sensor Ultrasonik. Sehingga robot dapat melalui rintangan dengan
tidak menyentuh objek-objek yang berada disekitarnya.
5. Sensor Kecepatan (RPM)

Gambar Sensor
Kecepatan
Sensor Kecepatan (RPM)
Proses penginderaan sensor kecepatan merupakan proses
kebalikan dari suatu motor, dimana suatu poros/object yang berputar pada suatui
generator akan menghasilkan suatu tegangan yang sebanding dengan kecepatan
putaran object. Kecepatan putar sering pula diukur dengan menggunakan sensor
yang mengindera pulsa magnetis (induksi) yang timbul saat medan magnetis
terjadi. Contohnya pada alat pengukur kecepatan speedometer. Alat tersebut mengukur
kecepatan laju motor dalam kilometer perjam.
6. Sensor Magnet

Gambar Sensor Magnet
Sensor Magnet
Sensor
Magnet atau disebut juga relai buluh, adalah alat yang akan terpengaruh medan
magnet dan akan memberikan perubahan kondisi pada keluaran. Seperti layaknya
saklar dua kondisi (on/off) yang digerakkan oleh adanya medan magnet
di sekitarnya. Biasanya sensor ini dikemas dalam bentuk kemasan yang hampa dan
bebas dari debu, kelembapan, asap ataupun uap. Implementasi dari alat ini
seperti, Pengukuran medan magnet berbasis komputer terdiri dari
sensor medan magnet UGN3503, Op-Amp LM358 dan ADC 0804. Prinsip kerja alat
adalah mendekatkan magnet pada sensor. Keluaran sensor berupa tegangan akan
dikuatkan oleh op-amp agar dapat diproses oleh ADC. Selanjutnya tegangan
dikonversi oleh ADC menjadi data digital, kemudian diolah oleh komputer dengan
program visual basic dan hasilnya ditampilkan pada PC.
7. Sensor Penyandi (Encoder)

Gambar Sensor
Penyandi (Encoder)
Sensor Penyandi
Sensor
Penyandi (Encoder) digunakan untuk mengubah gerakan linear atau
putaran menjadi sinyal digital, dimana sensor putaran memonitor gerakan putar
dari suatu alat. Sensor ini biasanya terdiri dari 2 lapis jenis penyandi,
yaitu; Pertama, Penyandi rotari tambahan (yang mentransmisikan jumlah tertentu
dari pulsa untuk masing-masing putaran) yang akan membangkitkan gelombang kotak
pada objek yang diputar. Kedua, Penyandi absolut (yang memperlengkapi kode binary tertentu
untuk masing-masing posisi sudut) mempunyai cara kerja sang sama dengan
perkecualian, lebih banyak atau lebih rapat pulsa gelombang kotak yang
dihasilkan sehingga membentuk suatu pengkodean dalam susunan tertentu. Contoh
pengimplementasiannya
yaitu sensor ini dapat dibuat menjadi suatu sistem yang dapat menghitung kekuatan
gempa bumi dengan menggunakan sensor incremental rotary encoder dan diolah oleh
mikrokontroler.
8. Sensor Suhu

Gambar Sensor Suhu
Sensor Suhu
Seperti
namanya, sensor ini tentunya digunakan untuk mendeteksi suhu. Terdapat 4 jenis
utama sensor suhu yang umum digunakan, yaitu thermocouple (T/C) resistance
temperature detector (RTD), termistor dan IC sensor. Thermocouple pada
intinya terdiri dari sepasang transduser panas dan dingin yang disambungkan dan
dilebur bersama, dimana terdapat perbedaan yang timbul antara sambungan
tersebut dengan sambungan referensi yang berfungsi sebagai pembanding. Resistance
Temperature Detector (RTD) memiliki prinsip dasar pada tahanan listrik
dari logam yang bervariasi sebanding dengan suhu. Kesebandingan variasi ini
adalah presisi dengan tingkat konsisten/kestabilan yang tinggi pada
pendeteksian tahanan. Platina adalah bahan yang sering digunakan karena
memiliki tahanan suhu, kelinearan, stabilitas dan reproduksibilitas.
Termistor adalah resistor yang peka terhadap panas yang biasanya mempunyai
koefisien suhu negatif, karena saat suhu meningkat maka tahanan menurun atau
sebaliknya. Jenis ini sangat peka dengan perubahan tahan 5% per C sehingga
mampu mendeteksi perubahan suhu yang kecil. Sedangkan IC Sensor adalah sensor
suhu dengan rangkaian terpadu yang menggunakan chipsilikon untuk kelemahan
penginderanya. Mempunyai konfigurasi output tegangan dan arus yang
sangat linear. Biasanya sensor ini banyak dipasang pada alat detektor asap
yang digunakan untuk melacak adanya kebakaran.
9. Flow Meter Sensor

Gambar Sensor Flow Meter
Sensor Flow
Meter
Flow Meter merupakan Sensor yang digunakan untuk
mengetahui flow dari suatu material baik solid maupun liquid. Di Dunia Industri
terdapat macam-macam jenis dari Sensor Flow ini. Untuk Yang Liquid biasanya
menggunakan jenis Turbin, Elektromagnetic, VenturiMeter dan lain-lain.
Sedangkan untuk Solid material biasanya digunakan dari kombinasi beberapa
peralatan instrument yang dijadikan Flow Meter, contohnya Weigh Feeder.
10. Flame sensor

Gambar
Flame sensor
Flame Sensor
Flame sensor
ini dapat mendeteksi nyala api dengan panjang gelombang 760 nm ~ 1100 nm. Dalam
banyak pertandingan robot, pendeteksian nyala api menjadi salah satu aturan
umum perlombaan yang tidak pernah ketinggalan. Oleh sebab itu sensor ini sangat
berguna, yang dapat Anda jadikan 'mata' bagi robot untuk dapat mendeteksi
sumber nyala api, atau mencari bola. Cocok digunakan pada robot fire-fighting
dan soccer robot.
Sensor nyala api ini mempunyai sudut pembacaan 60 derajat, dan beroperasi pada suhu 25 -85 derajat Celcius. Dan tentu saja untuk Anda perhatikan, bahwa jarak pembacaan antara sensor dan objek yang dideteksi tidak boleh terlalu dekat, untuk menghindari kerusakan sensor.
Sensor nyala api ini mempunyai sudut pembacaan 60 derajat, dan beroperasi pada suhu 25 -85 derajat Celcius. Dan tentu saja untuk Anda perhatikan, bahwa jarak pembacaan antara sensor dan objek yang dideteksi tidak boleh terlalu dekat, untuk menghindari kerusakan sensor.
Sekian pembahasan mengenai sensor,
semoga artikel diatas dapat bermanfaat
bagi kawan-kawan sekalian...
http://electrozone94.blogspot.com/2013/08/jenis-jenis-sensor.html